Tentang TEFA

Apa Itu TEFA

Teaching factory (TEFA) adalah model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

Manfaat TEFA

Melalui penerapan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA)akan diperoleh manfaat sebagai berikut:

  1. Meningkatnya efisiensi dan efektifitas pengantaran soft skills dan hard skills kepada peserta didik;
  2. Meningkatnya kolaborasi dengan dunia usaha/dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi, pengenalan standar dan budaya industri;
  3. Meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan dunia usaha/dunia industry
  4. Terjadinya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di institusi pendidikan dan pelatihan kejuruan.

Tujuan TEFA

Tujuan dari penerapan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA), antara lain:

  1. Menciptakan sinergi dan integrasi proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran normatif, adaptif dan produktif, sehingga pengantaran kompetensi ke peserta didik lebih optimal;
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengantaran soft skills dan hard skills kepada peserta didik;
  3. Meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha/dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi, pengenalan standar dan budaya industri, dll.
  4. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan dunia usaha/dunia industri;
  5. Mendorong munculnya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di institusi pendidikan dan pelatihan kejuruan.

STRUKTUR ORGANISASI TEFA

STRATEGI PELAKSANAAN PENGEMBANGAN TEACHING FACTORY TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 3 SEMARANG

Pengembangan Teaching Factory dilakukan melalui beberapa tahapan, sebagai berikut :

  1. Penyusunan dokumen-dokumen, kegiatan ini meliputi workshop sosialisasi konsep teaching factory dan materi bahan ajar PBET. Dalam Sosialisasi menghadirkan pihak Industri mitra dan pengawas Sekolah agar dapat memberikan masukan mengenai implementasi teaching factory di SMK.
  2. Peningkatan kompetensi pengelolaan, kegiatan ini meliputi pelatihan marketing dan pembuatan bahan ajar PBET.
  3. Pendampingan, kegiatan ini dalam bentuk pendampingan pengembangan teaching factory pemeliharaan/service kendaraan ringan .
  4. Sosialisasi dan promosi produk teaching factory, kegiatan promosi hasil produk/jasa teaching factory ini dilakukan melalui penempatan teaching factory di tempat yang strategis, media cetak dan media elektronik.