Sejarah / Latar Belakang

Pada permulaan tahun 1950 – 1951 di Kota Semarang didirikan Sekolah Teknik Menengah Negeri Semarang yang di singkat STM Negeri Semarang, yang menempati lokasi  di Jl. Dr. Cipto No. 93 Semarang dengan lama pendidikannya 4 (empattahun.

Saat  itu, SMK Negeri 3 Semarang belum mempunyai gedung sendiri sehingga proses pembelajaran menempati gedung STM Negeri Semarang di Jl. Dr. Cipto 93 Semarang. Baru pada tahun 1952 pihak sekolah diberi sebidang tanah di daerah Mugas Semarang okeh Gubernur Jawa Tengah, dengankeadaan yang darurat , didirikan gedung sementara yang terdiri dari 2 ruang untuk gambar dan 10 ruang  untuk teori.

Pada awal tahun ajaran 1955 – 1956, dalam bidang pendidikan kejuruan khususnya pendidikan teknologi mengalami perubahan yang cukup signifikan yaitu semua Sekolah Pertukangan  (STPK 2 Tahun), Sekolah Teknik Lanjutan (SLTPL 5 Tahun) dan Sekolah Teknik (4 tahun) semua berubah menjadi 3 tahunPada waktu itu pula STM Negeri Semarang diperluas menjadi STM Negeri 1 Semarang terdiri dari 3 jurusan yaitu Bangunan air/Jalan, Mesin, Listrik/Radio, dan STM Negeri 3 Semarang yang terdiri dari 2 jurusan yaitu jurusan Bangunan Gedung dan jurusan Listrik.

Tahun 1968 STM Negeri 1 dan STM Negeri 3 dipindahkan ke JL Cinde Semarang., karena pada tahun 1976 sekolah teknik mulai diintensifkan yaitu dengan diubahnya ST menjadi SMP, maka untuk pemakaian gedung STM juga berubah yaitu STM Negeri 1,  STM Negeri 3 dan STM Negeri 5 bersama – sama menempati kembali gedung di JL. Dr. Cipto 93 Semarang, dengan pembagian waktu pagi sampai siang untuk STM Negeri 1 dan STM Negeri 3 sedangkan waktu siang sampai petang digunakan untuk STM Negeri 5.

Baru pada tahun 1985, SMK N 3 Semarang secara keseluruhan pindah lokasi di Jl. Sompok No 43 Semarang dengan membuka tiga bidang studi yaitu Bangunan Gedung, Listrik Instalasi serta Gambar Bangunan. Kemudian pada tahun 1999, SMK N 3 Semarang pindah lokasi di Jl. Admodirono II/4 dengan membuka dua jurusan yaitu jurusan Bangunan Gedung dan jurusan Elektro dan pada tahun diklat 2004/2005 membuka program diklat Mekanik Otomotif.

Kepala Sekolah yang pernah memimpin di SMK Negeri 3 Semarang  adalah :

Dalam rangka ikut mencerdaskan anak bangsa khususnya dikota Semarang dan menyongsong era perdagangan bebas, Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Negeri 3 Semarang telah berpacu dengan waktu dengan mengerahkan segala daya dan upaya demi memenuhi  tuntutan jaman dan kemajuan Teknologi yang begitu pesat. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan yang profesional dalam mengelola Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 (SMKN 3) Semarang.

Untuk mewujudkan maksud dan tujuan tersebut SMK Negeri 3 Semarang telah mengadakan analisa pengelolaan dengan menggunakan metode SWOT  yaitu :

1. Strengthness ( Kekuatan )
2. Weakness ( Kelemahan )
3. Opportunities ( Peluang )
4. Treats ( Ancaman )
1. Strengthness, kekuatan yang ada pada SMK Negeri 3 adalah :
a. Status lembaga milik pemerintah ( SMK Negeri )
b. Organisasi Sekolah yang dikelola secara proporsional.
c. Sistem manajemen yang kondusif dan transparan.
d. Lokasi SMK Negeri 3 didalam kota dan mudah terjangkau dari seluruh jurusan
e. Lahan sekolah yang cukup luas ( ± 1,9715 Ha )
f. Situasi belajar yang nyaman dan kondusif, dekat Universitas Diponegoro, Universitas Semarang, Pendidikan Tinggi Pelayaran dll)
g. Adanya dukungan yang baik dari pemerintah, du/di maupun Komite Sekolah.
h. Sumber Daya Manusia yang sangat mendukung terselenggaranya program diklat.
2. Weakness , kelemahan  yang mungkin ada adalah :
a. Keterbatasan dana pendukung.
b. Keterbatasan tenaga ahli khususnya dari Du/Di.
c. Keterbatasan sarana dan prasarana ( ruang praktek dan peralatan praktek yang modern ).
3. Opportunities , peluang  yang  ada di SMKN 3 Semarang adalah :
a. adanya minat siswa yang sangat kuat untuk mengikuti program diklat di SMK Negeri 3 Semarang
b. Terbukanya kesempatan siswa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.
c. Tempat bagi pengembangan karir siswa.
d. Terbukanya lapangan pekerjaan.
4. Treats , adapun  ancaman  yang mungkin timbul adalah :
a. Adanya persaingan bebas khususnya pada era globalisasi.
b. Kemajuan Teknologi yang begitu pesat
c. Masih adanya du/di yang kurang memperhatikan dunia pendidikan.

Dari hasil analisa SWOT seperti diatas oleh SMKN 3 Semarang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan sehari-hari maka Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 (SMKN 3) Semarang berkeyakinan akan dapat mengelola program diklat dengan baik dan mampu bersaing dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas dan kemajuan teknologi yang begitu pesat.